Minggu, 05 April 2015
SORTING bisa didefinisikan sebagai suatu proses pengurutan data yang sebelumnya disusun secara acak sehingga menjadi tersusun secara teratur menurut suatu aturan tertentu. Sorting yang kita terapkan menggunakan tipe data array agar pemahaman serta pengimplementasiannya lebih mudah.
Pada umumnya terdapat dua jenis pengurutan :
- Ascending (Naik).
- Descending (Turun).
Contoh :
Data : Array [1..6] of
Byte = (22, 10, 15, 3, 8, 2);
Data Acak
: 22 10 15 3 8 2
Terurut Ascending
: 2 3 8 10 15 22
Terurut Descending
: 22 15 10 8 3 2
Untuk melakukan proses pengurutan tersebut dapat digunakan
berbagai macam cara/metode.
Beberapa metode yang sudah umum digunakan diantaranya adalah
:
1. Pengurutan berdasarkan penyisipan dan penjagaan terurut
(insert and keep sorted method)
Insertion sort
Teknik
sorting ini dibuat dengan cara menyisipkan atau memasukkan satu-persatu, bila
kita akan mengurutkan data, kemudian ingin menyisipkan suatu data maka data tersebut
akan otomatis masuk dimana dia berada. Pengurutan dilakukan dengan cara
membandingkan data ke – i dengan data berikutnya, (dimana i dimulai dari data
di index ke 1 sampai dengan data terakhir). Jika ditemukan data yang lebih
kecil maka data tersebut disisipkan ke depan sesuai dengan posisi yang
seharusnya, dan saat ada elemen yang disispkan, maka elemen-elemen lainnya akan
bergeser kebelakang.
Contoh procedure insertion sort ascending :
Procedure asc_insert;
Var
i, j, temp : byte;
begin
for i := 2 to max
do
begin
temp :=
data [i] ;
j
:=i-1;
while (data [j] > temp ) and (j>0) do
begin
data
[j+1] := data [j];
dec (j)
;
end;
data [j+1] :=
temp ;
end;
end;
Tree sort
Metode
sorting dengan cara membangun pohon biner dengan menampilkan 3 hasil output:
PreOrder, InOrder, dan PostOrder. Konsep dasar dari tree sort adalah
sebagaimana sebuah pohon, ada akar, batang, ranting, daun, dan sebagainya.
Dalam tree sort ada istilah akar atau root dan daun atau leaf.
ketentuan dari gambar diatas adalah :
1 menjadi akar ,
2 menjadi subtree kiri,
3 menjadi subtree kanan,
4 & 5 menjadi daun dari subtree kiri ,
6 menjadi daun dari subtree kanan.
Setiap objek dalam pohon biner berisi dua pointer, biasanya
disebut kiri dan kanan. Selain pointer ini tentu saja node dapat berisi tipe
data lainnya. Misalnya, pohon biner integer bisa terdiri dari objek dari jenis
berikut:
struct
Node {
int
item; / / Data dalam node ini.
Node
*kiri; / / Pointer ke subtree kiri.
Node *
kanan; / / Pointer ke subtree kanan.
}
2. Pengurutan berdasarkan perbandingan (compirasion-based
sorting)
Bubble sort
Teknik ini
dilakukan dengan pola membawa nilai terbesar menjadi nilai index terakhir
array. Jadi sistem ini melakukan pengecekan nilai 1 dengan 2, lalu 2 dengan 3
sampai dengan data terakhir, bila nilai index yang lebih kecil lebih besar maka
akan dilakukan pertukaran. Proses ini dilakukan hingga jumlah data.
Membandingkan elemen yang sekarang dengan elemen yang berikutnya, jika elemen
sekarang>elemen berikutnya, maka tukar.
Contoh procedure tukar data:
Procedure asc_buble (var data :array; jmldata:integer);
Var
i,j : integer;
begin
for i := 2 to
jmldata do
for j
:=jmldata downto i do
if data
[j] < data [j-1] then
tukardata (data[j], data [j-1] ) ;
end;
Exchange sort
Teknik
sorting ini dibuat dengan cara pola membawa nilai terbesar menjadi nilai index
terakhir array. Jadi sistem ini melakukan pengecekan nilai 1 dengan 2, lalu 2
dengan 3 sampai dengan data terakhir, bila nilai index yang lebih kecil lebih
besar maka akan dilakukan pertukaran. Proses ini dilakukan hingga jumlah data
dikurangi 1 atau sampai program tidak melakukan pertukaran. Jadi waktu untuk
melakukan proses sorting lebih cepat. Exchange sort itu sangat mirip dengan
buble sort. Bahkan banyak yang mengatakan bahwa exchange sort sama dengan buble
sort.
Contoh procedure exchange sort :
Procedure asc_buble (var data :array; jmldata:integer);
Var
i,j : integer;
begin
for i := 2 to
jmldata do
for j
:=jmldata downto i do
if data [j]
< data [j-1] then
tukardata (data[j], data [j-1] ) ;
end;
perbedaannya terdapat dalam hal bagaimana membandingkan
antar elemen-elemennya:
3. Pengurutan berdasarkan prioritas (priority queue sorting
method)
Selection sort
Teknik
sorting ini dibuat dengan cara melakukan pengecekan satu-persatu, bila kita
akan mengurutkan secara ascending maka kita lakukan pengecekan nilai tempat
yang pertama (index pertama pada array) kita bandingkan semua nilai yang ada kita
cari nilai minimalnya, lalu simpan index/ letak nilai minimum itu ditemukan,
setelah pengecekan selesai tukar index awal pengecekan dengan nilai minimum
yang telah simpan tadi. Proses ini dilakukan terus-menerus sampai pada
pengecekan index terakhir minimal dengan index terakhir, beda dengan streith
selection sort adalah dengan teknik ini melakukan pertukaran nilai lebih
sedikit, hanya jumlah data-1 pertukaran. Jadi waktu untuk melakukan proses
sorting lebih cepat. Membandingkan elemen yang sekarang dengan elemen yang
berikutnya sampai dengan elemen yang terakhir. Jika ditemukan elemen yang lebih
kecil, maka dicatat posisinya. Namun jika ditemukan elemen terkecil, maka
dicatat posisinya dan kemudian di TUKAR dengan elemen sekarang.
Contoh procedure selection sort secara ascending :
Procedure asc_selection;
Var
Min,pos : byte;
Begin
For i:= 1 to
max-1 do
Begin
Pos :=i
;
For j
:= i+1 to max do
If data
[j] < data [pos] then pos :=j;
If
i <> pos then tukardata (data[i] , data[pos] );
End;
End;
Heap sort (menggunakan tree)
Teknik
sorting ini dibuat dengan versi yang jauh lebih efisien selection sort. Ia juga
bekerja dengan menentukan elemen (atau terkecil) terbesar daftar, menempatkan
bahwa pada akhir (atau awal) dari daftar, kemudian melanjutkan dengan sisa
daftar tapi menyelesaikan tugas ini secara efisien dengan menggunakan struktur
data yang disebut tumpukan, tipe khusus pohon biner. Setelah daftar data telah
dibuat menjadi tumpukan, simpul akar dijamin menjadi unsur (atau terkecil)
terbesar. Ketika dipindahkan dan ditempatkan di akhir daftar, tumpukan adalah
ulang sehingga elemen terbesar yang tersisa bergerak ke akar. Menggunakan heap,
menemukan elemen terbesar berikutnya membutuhkan O (log n) waktu, bukan O (n)
untuk linear scan di selection sort sederhana. Hal ini memungkinkan heapsort
untuk menjalankan dalam O (n log n) waktu, dan ini juga merupakan kompleksitas
kasus terburuk.
HeapSort adalah algoritma pengurutan data
berdasarkan perbandingan, dan termasuk golongan selection sort. Walaupun lebih
lambat daripada quick sort pada kebanyakan mesin , tetapi heap sort mempunyai
keunggulan yaitu kompleksitas algoritma pada kasus terburuk adalah n log n.
Algoritma pengurutan heap sort ini mengurutkan isi suatu larik masukan dengan
memandang larik masukan sebagai suatu Complete Binary Tree (CBT). Setelah itu
Complete Binary Tree (CBT) ini dapat dikonversi menjadi suatu heap tree. Setelah
itu Complete Binary Tree (CBT) diubah menjadi suatu priority queue.
Algoritma
pengurutan heap dimulai dari membangun sebuah heap dari kumpulan data yang
ingin diurutkan, dan kemudian menghapus data yang mempunyai nilai tertinggi dan
menempatkan dalam akhir dari larik yang telah terurut. Setelah memindahkan data
dengan nilai terbesar, proses berikutnya adalah membangun ulang heap dan
memindahkan nilai terbesar pada heap tersebut dan menempatkannya dalam tempat
terakhir pada larik terurut yang belum diisi data lain.
Proses ini berulang sampai tidak ada lagi data yang tersisa
dalam heap dan larik yang terurut penuh. Dalam implementasinya kita membutuhkan
dua larik – satu untuk menyimpan heap dan satu lagi untuk menyimpan data yang
sudah terurut. Tetapi untuk optimasi memori, kita dapat menggunakan hanya satu
larik saja. Yaitu dengan cara menukar isi akar dengan elemen terakhir dalam
heap tree. Jika memori tidak menjadi masalah maka dapat tetap menggunakan dua
larik yaitu larik masukan dan larik hasil.
Heap Sort memasukkan data masukan ke dalam struktur data
heap. Nilai terbesar (dalam max-heap) atau nilai terkecil (dalam min-heap)
diambil satu per satu sampai habis, nilai tersebut diambil dalam urutan yang
terurut.
Algoritma untuk heap sort :
function heapSort(a, count) is
input: sebuah larik tidak terurut a dengan panjang length
(pertama letakkan a dalam max-heap) heapify(a, count)
end := count -1
while end > 0 do
remove ( )
reheapify ( )
end := end – 1
4. Pengurutan berdasarkan pembagian dan penguasaan (devide
and conquer method)
Quick sort
Teknik
sorting ini dibuat dengan cara yang menggunakan partisi. Pada teknik ini, data
dibagi menjadi dua bagian, yaitu data disebelah kiri partisi selalu lebih kecil
dari data disebelah kanan. Namun data pada kedua patisi belum terurut, sehingga
untuk mengurutkannya, proses pengurutan dilakukan pada kedua partisi secara
terpisah. Selanjutnya, data di sebelah kiri dan kanan dipartisi lagi. Merupakan
proses penyusunan elemen yang membandingkan suatu elemen (pivot) denan elemen
yang lain, dan menyusunnya sedemikian rupa sehingga elemen –elemen lain yang
lebih kecil dari pivot terletak disebelah kiri pivot. Dan elemen yang lebih
besar dari pivot terletak disebelah kanan pivot.Dengan demikian akan terbentuk
dua sublist, yang terletak disebelah kanan dan kiri pivot.Lalu pada sublist
kiri dan kanan itu kita anggap sebuah list baru, dan kita kerjakan proses yang
sama seperti yang sebelumnya.Demikian seterusnya sampai tidak terdapat sublist
lagi.
Contoh procedure quick sort secara ascending :
Procedure asc_quick (l , r :integer) ;
Var
i, j : integer;
begin
if l < r then
begin
i := l
; j := r+1;
repeat
repeat
inc (i) until data [i] >= data [l] ;
repeat
dec (j) until data [j] <= data [l] ;
if i<j
then tukardata (data [i], data [j]) ;
until i>j
;
tukardata (data [l], data [j] );
asc_quick
(l, j-1);
asc_quick
(j+1, r);
end;
end;
Merge sort
Teknik
sorting ini dibuat dengan cara mengambil keuntungan dari kemudahan penggabungan
daftar sudah disortir ke daftar diurutkan baru. Dimulai dengan membandingkan
setiap dua elemen (yaitu: 1 dengan 2, kemudian 3 dengan 4) dan swapping mereka
jika yang pertama datang setelah kedua. Kemudian masing-masing menggabungkan
daftar yang dihasilkan dari dua ke daftar empat, kemudian menggabungkan daftar
tersebut empat, dan seterusnya, sampai akhirnya dua daftar digabungkan ke dalam
daftar diurutkan akhir.
Algoritma
pengurutan data mergesort dilakukan dengan menggunakan cara divideandconquer
yaitu dengan memecah kemudian menyelesaikan setiap bagian kemudian
menggabungkannya kembali. Pertama data dipecah menjadi 2 bagian dimana bagian
pertama merupakan setengah (jika data genap) atau setengah minus satu (jika
data ganjil) dari seluruh data, kemudian dilakukan pemecahan kembali untuk
masing-masing blok sampai hanya terdiri dari satu data tiap blok.
Setelah itu
digabungkan kembali dengan membandingkan pada blok yang sama apakah data
pertama lebih besar daripada data ke-tengah+1, jika ya maka data ke-tengah+1
dipindah sebagai data pertama, kemudian data ke-pertama sampai ke-tengah
digeser menjadi data ke-dua sampai ke-tengah+1, demikian seterusnya sampai
menjadi satu blok utuh seperti awalnya. Sehingga metode mergesort merupakan
metode yang membutuhkan fungsi rekursi untuk penyelesaiannya.
Dengan hal
ini deskripsi dari algoritma dirumuskan dalam 3 langkah berpola
divide-and-conquer. Berikut menjelaskan langkah kerja dari Mergesort.
- Divide :
Memilah elemen – elemen dari rangkaian data menjadi dua bagian.
- Conquer :
Conquer setiap bagian dengan memanggil prosedur mergesortsecararekursif
- Kombinasi :
Mengkombinasikan dua bagian tersebut secara rekursif untuk mendapatkan
rangkaian data berurutan
Proses
rekursi berhenti jika mencapai elemen dasar. Hal ini terjadi bilamana bagian
yang akan diurutkan menyisakan tepat satu elemen. Sisa pengurutan satu elemen tersebut
menandakan bahwa bagian tersebut telah terurut sesuai rangkaian.
Contoh
penerapan atas sebuah larik/array sebagai data sumber yang akan diurutkan {3,
9, 4, 1, 5, 2} adalah sebagai berikut:
- Pertama kali larik tersebut dibagi menjadi dua bagian, {3,
9, 4} dan {1, 5, 2}
- Kedua larik kemudian diurutkan secara terpisah sehingga
menjadi {3, 4, 9} dan {1, 2, 5}
- Sebuah larik baru dibentuk yang sebagai penggabungan dari
kedua larik tersebut {1}, sementara nilai-nilai dalam masing larik {3, 4, 9}
dan {2, 5} (nilai 1 dalam elemen larik ke dua telah dipindahkan ke larik baru)
- Langkah berikutnya adalah penggabungan dari masing-masing
larik ke dalam larik baru yang dibuat sebelumnya
- {1, 2} ↔{3, 4, 9} dan {5}
- {1, 2, 3} ↔ {4, 9} dan {5}
- {1, 2, 3, 4}↔{9} dan {5}
- {1, 2, 3, 4, 5}↔{9} dan {null}
- {1, 2, 3, 4, 5, 9}↔{null}dan {null}
Contoh program sedehana merge sort :
Public class mergeSort{
Public static void main(String args [ ] ){
int i;
int array [ ] = {7,5,1,3,6,4,9,8};
System.out.println("\n\n Kelompok 3\n\n");
System.out.println(" Pengurutan dengan
MergeSort\n\n");
System.out.println("Data Sebelum Diurutkan:\n");
for(i = 0; i <
array.length; i++)
System.out.print( array[i]+" ");
System.out.println( );
Merge Sort_srt(array,0, array.length - 1);
System.out.print("Data Setelah Diurutkan:\n");
for(i = 0; i <
array.length; i++)
System.out.print(array[i]+" ");
System.out.println();
}
Public static void mergeSort_srt(int array[ ],int lo, int
n){
int low = lo;
int high = n;
if (low > = high)
{return; }
int middle = (low + high) / 2;
mergeSort_srt(array, low, middle);
mergeSort_srt(array, middle + 1, high);
int end_low = middle;
int start_high = middle + 1;
while ((lo <= end_low) && (start_high <=
high))
{
if (array[low] < array[start_high]) {
low++; }
else {
int Temp = array[start_high];
for (int k
= start_high- 1; k > =low; k--)
{array[k+1] = array[k]; }
array[low] = Temp;
low++;
end_low++;
start_high++; }
}
}
5. Pengurutan berkurang menurun (diminishing increment sort
method)
Shell sort (pengembangan insertion)
Merupakan
proses pengurutan data yang sebelumnya acak menjadi data yang terurut dengan
cara menentukan jarak antar elemen yang akan dibandingkan. Teknik sorting ini
dibuat dengan cara meningkatkan atas bubble sort dan insertion sort dengan
menggerakkan keluar dari elemen-elemen memesan lebih dari satu posisi pada
suatu waktu. Salah satu implementasi dapat digambarkan sebagai mengatur urutan
data dalam array dua dimensi dan kemudian menyortir kolom baru array
menggunakan insertion sort.
Metode ini
dikembangkan oleh Donald L. Shell pada tahun 1959. Dalam metode ini jarak
antara dua elemen yang dibandingkan dan ditukarkan tertentu. Secara singkat
metode ini dijelaskan sebagai berikut. Pada langkah pertama, kita ambil elemen
pertama dan kita bandingkan dengan elemen pada jarak tertentu dari elemen
pertama tersebut. Kemudian elemen kedua kita bandingkan dengan elemen lain
dengan jarak yang sama seperti diatas. Demikian seterusnya sampai seluruh
elemen dibandingkan. Pada langkah kedua proses diulang dengan langkah yang
lebih kecil, pada langkah ketiga jarak tersebut diperkecil lagi seluruh proses
dihentikan jika jarak sudah sama dengan satu.
Berikut ini merupakan Procedure ShellSort pada Pascal :
Procedure Shell(Var Temp : Data; JmlData : Integer);
Var I,J, Jarak : Integer;
Begin
Jarak := JmlData
Div 2;
While Jarak >
0 Do
Begin
For
I:=1 To JmlData-Jarak Do
Begin
J := I + Jarak;
If Temp[I] > Temp[J] Then
SWAP(Temp[I], Temp[Lok]);
End;
Jarak
:= Jarak Div 2;
End;
End;
Nama : Tri Atmojo Sulaiman
NIM : A710140024
Prodi : Pend TIK
Referensi :
http://alva666.blogspot.com/2015/04/metode-sorting.html
http://puguhjayadi.blogspot.com/2013/05/tree-sort-c.html
https://itprogrammingandlinux.wordpress.com/2011/05/22/buble-insertion-selection-shell-maxmin-quick-merge-sort/
http://arraydalamprogram.blogspot.com/2010/03/heap-sort.html
http://populeritas.blogspot.com/2013/01/metode-pengurutan-merge-sort.html
Jumat, 27 Februari 2015
Mungkin agan-agan lagi galau atau malah lagi marah? nah ane mau ngasih sesuatu yang asik nih, yang mungkin bikin hari agan akan lebih menarik,
Ost sama AMV/MAD
Isi nya terdiri dari AMV /【MAD】 dan Sountrack anime..
yang udah ane Ubek-ubek youtube, sama cari yang terbaik dan ane bungkus sendiri-sendiri, gomen ya ane uploadnya di 2 situs yang berbeda
ya udah ga usah basa-basi lagi nih, sedot aja gan wkwkwk
Ost NeroPendragon Vers | AMV /【MAD】NeroPendragon
Sangkyou udah mau mau mampir
Ost sama AMV/MAD
Isi nya terdiri dari AMV /【MAD】 dan Sountrack anime..
yang udah ane Ubek-ubek youtube, sama cari yang terbaik dan ane bungkus sendiri-sendiri, gomen ya ane uploadnya di 2 situs yang berbeda
ya udah ga usah basa-basi lagi nih, sedot aja gan wkwkwk
Ost NeroPendragon Vers | AMV /【MAD】NeroPendragon
Sangkyou udah mau mau mampir
Rabu, 25 Februari 2015
1. Pengertian Struktur Data
Struktur Data adalah cara penyimpanan, penyusunan dan pengaturan data di dalam media penyimpanan komputer sehingga data tersebut dapat digunakan secara efisien. struktur data berarti tata letak data yang berisi kolom-kolom data, baik itu kolom yang tampak oleh pengguna (user) atau pun kolom yang hanya digunakan untuk keperluan pemrograman yang tidak tampak oleh pengguna. Setiap baris dari kumpulan kolom-kolom tersebut dinamakan catatan (record). Lebar kolom untuk data dapat berubah dan bervariasi. Ada kolom yang lebarnya berubah secara dinamis sesuai masukan dari pengguna, dan juga ada kolom yang lebarnya tetap. Dengan sifatnya ini, sebuah struktur data dapat diterapkan untuk pengolahan database (misalnya untuk keperluan data keuangan) atau untuk pengolah kata (word processor) yang kolomnya berubah secara dinamis. dan disetiap struktur data memiliki beberapa Type Data.
2. Type Data
a. Integer ( Bilangan Bulat )
Integer merupakan nilai bilangan bulat baik dalam bentuk desimal maupun hexadecimal. Tipe data numerik yang termasuk integer adalah sebagai berikut :
- Byte : Memiliki nilai integer dari -128 sampai +127 dan menempati 1 byte ( 8 bits ) di memori
- Short : Memiliki nilai integer dari -32768 sampai 32767 dan menempati 2 bytes ( 16 bits ) di memori
- Int : Memiliki nilai integer dari -2147483648 sampai 2147483647 dan menempati 4 bytes ( 32 bits ) di memori
-Long : Memiliki nilai dari -9223372036854775808 sampai 9223372036854775807 dan menempati 8 bytes ( 64 bits ) di memori.
b. Char
Char adalah karakter tunggal yang didefinisikan dengan diawali dan diakhiri dengan tanda ‘ ( petik tunggal ).
c. String
Merupakan urutan-urutan dari karakter yang terletak di antara tanda petik tunggal. Nilai data string akan menempati memori sebesar banyaknya karakter string ditambah dengan 1 byte. Bila panjang dari suatu string di dalam deklarasi variabel tidak disebutkan, maka dianggap panjangnya adalah 255 karakter.
d. Real
Nilai konstanta numeric real berkisar dari 1E-38 sampai 1E+38. E menunjukkan nilai 10 pangkat, dan tipe data ini menempati memori sebesar6 byte.
e. Boolean
Tipe data boolean terdiri dari dua nilai saja, yaitu true dan false. Boolean sangat penting dalam mengevaluasi suatu kondisi, dan sering digunakan untuk menentukan alur program.
f. Subrange
Tipe data bilangan yang punya jangkauan nilai tertentu sesuai dengan definisi pada pemrogram.
Example:
Type Variabel=Nilai_awal…Nilai_akhir
Larik (Bahasa Inggris: array), dalam ilmu komputer, adalah suatu tipe data terstruktur yang dapat menyimpan banyak data dengan suatu nama yang sama dan menempati tempat di memori yang berurutan (kontinu) serta bertipe data sama pula.
Sebuah
Simpul dapat mengandung sebuah nilai atau suatu kondisi atau menggambarkan
sebuah struktur data terpisah atau sebuah bagian pohon itu sendiri. Setiap
simpul dalam sebuah pohon memiliki nol atau lebih simpul anak (child nodes), yang berada dibawahnya dalam pohon
(menurut perjanjian, pohon berkembang ke bawah, tidak seperti yang dilakukannya
di alam). Sebuah simpul yang memiliki anak dinamakan simpul ayah (parent node) atau simpul leluhur (ancestor node) atau superior. Sebuah simpul paling
banyak memiliki satu ayah. Tinggi dari pohon adalah panjang maksimal jalan ke
sebuah daun dari simpul tersebut. Tinggi dari akar adalah tinggi dari pohon.
Kedalaman dari sebuah simpul adalah panjang jalan ke akarnya dari simpul
tersebut.
Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Struktur_data
http://bertha-40207208.blogspot.com/2010/02/pengertian-struktur-data-dan-tipe-data.html
f. Subrange
Tipe data bilangan yang punya jangkauan nilai tertentu sesuai dengan definisi pada pemrogram.
Example:
Type Variabel=Nilai_awal…Nilai_akhir
3.
Larik (Array)
Larik (Bahasa Inggris: array), dalam ilmu komputer, adalah suatu tipe data terstruktur yang dapat menyimpan banyak data dengan suatu nama yang sama dan menempati tempat di memori yang berurutan (kontinu) serta bertipe data sama pula.
Larik
dapat diakses berdasarkan indeksnya. Indeks larik umumnya dimulai dari 0 dan
ada pula yang dimulai dari angka bukan 0. Pengaksesan larik biasanya dibuat
dengan menggunakan perulangan (looping).
· Larik Satu Dimensi
Larik
satu dimensi merupakan jenis larik dasar dan jenis larik yang paling sering
digunakan, pemakaian larik satu dimensi terutama dipakai dalam tipe data string
(terutama dalam bahasa Bahasa pemrograman C).
· Larik Dua Dimensi
Larik
dua dimensi merupakan tipe larik yang lain. Larik dua dimensi sering dipakai
untuk merepresentasikan tabel dan matriks dalam pemrograman.
Larik
dalam beberapa bahasa pemrograman
· Bahasa Pascal
Larik
dalam bahasa Pascal dapat didefinisikan dengan indeks awal dan indeks akhirnya.
Contoh:
program
larik;
var arr: array[1..10] of integer; //larik dengan indeks awal 1 dan indeks akhir 10
begin
arr[1] := 5; //memasukkan nilai ke indeks 1
writeln(arr[i]); //mencetak angka 5
end.
var arr: array[1..10] of integer; //larik dengan indeks awal 1 dan indeks akhir 10
begin
arr[1] := 5; //memasukkan nilai ke indeks 1
writeln(arr[i]); //mencetak angka 5
end.
· Bahasa C
Larik
dalam bahasa C selalu dimulai dari indeks 0. Larik dapat didefinisikan secara
statik atau dinamik. Jika didefinisikan statik, ukuran larik akan tetap dari
awal program hingga akhir program. Jika didefinisikan dinamik, ukuran larik
dapat berubah selama program berjalan karena memesan tempat pada memori heap.
Proses pemesanan tempat pada memori disebut dengan alokasi. Sedangkan proses
pembebasan memori yang sudah dipesan disebut dengan dealokasi.
Contoh
larik statik:
#include
<stdio.h>
int main(){
int arr[10]; //indeks awal 0 dan indeks akhir 9
arr[0] = 5;
printf(“%d\n”, arr[0]);
}
int main(){
int arr[10]; //indeks awal 0 dan indeks akhir 9
arr[0] = 5;
printf(“%d\n”, arr[0]);
}
Contoh
larik dinamik:
#include <malloc.h>
int main(){
int * arr;
arr = (int *) malloc(10 * sizeof(int)); //memesan 10 tempat pada memori
arr[0] = 5;
free(arr); //menghancurkan larik. Memori pada heap dibebaskan
arr = (int *) malloc(5 * sizeof(int)); //memesan 5 tempat baru pada memori
free(arr); //di akhir program jangan lupa untuk menghancurkan larik dinamik
}
#include <malloc.h>
int main(){
int * arr;
arr = (int *) malloc(10 * sizeof(int)); //memesan 10 tempat pada memori
arr[0] = 5;
free(arr); //menghancurkan larik. Memori pada heap dibebaskan
arr = (int *) malloc(5 * sizeof(int)); //memesan 5 tempat baru pada memori
free(arr); //di akhir program jangan lupa untuk menghancurkan larik dinamik
}
· Bahasa Java
Dalam
bahasa Java tipe data larik direpresentasikan sebagai sebuah objek khusus.
Karena itu pada bahasa Java larik yang dibuat selalu bersifat dinamik. Namun
walaupun bersifat dinamik, larik pada bahasa Java tidak perlu dihancurkan
karena proes penghancuran dilakukan secara otomatis melalui suatu prosedur yang
disebut dengan Pengumpulan sampah (Inggris: Garbage Collecting).
Sama seperti bahasa C, indeks larik selalu dimulai dari 0.
Contoh:
public
class larik {
public static void main(String args[]) {
int[] arr = new arr[10];
arr[0] = 5;
System.out.println(arr[0]);
}
}
public static void main(String args[]) {
int[] arr = new arr[10];
arr[0] = 5;
System.out.println(arr[0]);
}
}
· PHP
Sama
seperti di JAVA larik di PHP juga merupakan sebuah object lebih tepatnya lagi
map terorder. Ada dua tipe larik di PHP, indexed array (simple array) dan associated array (value array). Di PHP, element larik bisa berupa string,
Bilangan, boolean, dan semua tipe data primitif lainnya, termasuk larik juga
bisa menjadi element larik lainnya.
Cara medefinisikan larik:
Cara medefinisikan larik:
#mendefinisikan
array kosong
$larik = array();
$larik = array();
Contoh
indexed array (simple array):
$jam
= array(1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12);
$hari = array(‘senin’, ‘selasa’, ‘selasa’, ‘rabu’, ‘kamis’, ‘jumat’, ‘sabtu’);
$hari = array(‘senin’, ‘selasa’, ‘selasa’, ‘rabu’, ‘kamis’, ‘jumat’, ‘sabtu’);
Contoh
associated array:
$bulan
= array(‘1’=>’January’, ‘2’=>’February’, ‘3’=>’Maret’,
‘4’=>’April’);
$komponenKalender
= array(
‘bulan’=> array(1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 ,10 , 11, 12),
‘hari’ => array(‘senin’, ‘selasa’, ‘selasa’, ‘rabu’, ‘kamis’, ‘jumat’, ‘sabtu’)
);
‘bulan’=> array(1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 ,10 , 11, 12),
‘hari’ => array(‘senin’, ‘selasa’, ‘selasa’, ‘rabu’, ‘kamis’, ‘jumat’, ‘sabtu’)
);
4.
Stack (Tumpukan)
Dalam
ilmu komputer, stack atau tumpukan merupakan sebuah koleksi objek yang
menggunakan prinsip LIFO (Last In First Out),
yaitu data yang terakhr kali dimasukkan akan pertama kali keluar dari stack
tersebut. Stack dapat diimplementasikan sebagai representasi berkait atau
kontigu (dengan tabel fix). Ciri Stack :
*
Elemen TOP (puncak) diketahui
* penisipan dan penghapusan elemen selalu dilakukan di TOP
* LIFO
Pemanfaatan Stack :
* penisipan dan penghapusan elemen selalu dilakukan di TOP
* LIFO
Pemanfaatan Stack :
*
Perhitungan ekspresi aritmatika (posfix)
* algoritma backtraking (runut balik)
* algoritma rekursif
Operasi Stack yang biasanya :
a. Push (input E : typeelmt, input/output data : stack): menambahkan sebuah elemen ke stack
b. Pop (input/output data : stack, output E : typeelmt ) : menghapus sebuah elemen stack
c. IsEmpty ()
d. IsFull ()
e. dan beberapas selektor yang lain
* algoritma backtraking (runut balik)
* algoritma rekursif
Operasi Stack yang biasanya :
a. Push (input E : typeelmt, input/output data : stack): menambahkan sebuah elemen ke stack
b. Pop (input/output data : stack, output E : typeelmt ) : menghapus sebuah elemen stack
c. IsEmpty ()
d. IsFull ()
e. dan beberapas selektor yang lain
5. Pohon (Tree)
Dalam
ilmu komputer, sebuah Pohon adalah suatu struktur data yang digunakan secara
luas yang menyerupai struktur pohon dengan sejumlah simpul yang terhubung.
· Simpul (node)
· Akar (Root nodes)
Simpul
yang paling atas dalam pohon adalah akar (root node). Menjadi
simpul teratas, simpul akar tidak akan memiliki orang tua. Ini merupakan simpul
di mana biasanya merupakan tempat untuk memulai operasi dalam pohon (walaupun
beberapa algoritma dimulai dengan daun dan berakhir pada akar). Semua simpul
yang lain dapat dicapai dari akar dengan menelusuri pinggiran atau pranala.
(Dalam definisi resmi, setiap jalan adalah khas). Dalam diagram, ini secara
khusus di gambar paling atas. Di beberapa pohon, seperti heap, akar memiliki
sifat khusus. Setiap simpul dalam sebuah pohon dapat dilihat sebagai akar dari
sub pohon yang berakar pada simpul tersebut.
· Daun (Leaf nodes)
Semua
simpul yang berada pada tingkat terendah dari pohon dinamakan daun (leaf node). Sejak mereka terletak pada tingkat paling
bawah, mereka tidak memiliki anak satupun. Seringkali, daun merupakan simpul
terjauh dari akar. Dalam teori grafik, sebuah daun adalah sebuah sudut dengan
tingkat 1 selain akar (kecuali jika pohonnya hanya memiliki satu sudut; maka
akarnya adalah daunnya juga). Setiap pohon memiliki setidaknya satu daun. Dalam
pohon berdasarkan genetic programming sebuah daun (juga dibilang terminal)
adalah bagian terluar dari sebuah program pohon. Jika dibandingkan dengan
fungsinya atau simpul dalam, daun tidak memiliki argumen. Di banyak kasus dalam
daun-GP input ke programnya.
· Simpul dalam (Internal nodes)
Sebuah
simpul dalam adalah semua simpul dari pohon yang memiliki anak dan bukan
merupakan daun. Beberapa pohon hanya menyimpan data didalam simpul dalam,
meskipun ini mempengaruhi dinamika penyimpanan data dalam pohon. Sebegai
contoh, dengan daun yang kosong, seseorang dapat menyimpan sebuah pohon kosong
dengan satu daun. Bagaimanapun juga dengan daun yang dapat menyimpan data,
tidak dimungkinkan untuk menyimpan pohon kosong kecuali jika seseorang
memberikan beberapa jenis penanda data di daun yang menandakan bahwa daun
tersebut seharusnya kosong (dengan demikian pohon itu seharusnya kosong juga).
Sebaliknya, beberapa pohon hanya menyimpan data dalam daun, dan menggunakan
simpul dalam untuk menampung metadata yang lain, seperti jarak nilai dalam sub
pohon yang berakar pada simpul tersebut. Jenis pohon ini berguna untuk jarak
yang meragukan.
· Sub pohon (Subtrees)
Sebuah
sub pohon adalah suatu bagian dari pohon struktur data yang dapat dilihat
sebagai sebuah pohon lain yang berdiri sendiri. Simpul apapun dalam pohon P,
bersama dengan seluruh simpul dibawahnya, membentuk sebuah sub pohon dari P.
Sub pohon yang terhubung dengan akar merupakan keseluruhan pohon tersebut. Sub
pohon yang terhubung dengan simpul lain manapun dinamakan sub pohon asli (proper subtree).
· Penyusunan pohon
Terdapat
dua jenis pohon. Sebuah pohon tidak terurut (unordered tree) adalah sebuah
pohon dalam arti struktural semata-mata, yang dapat dikatakan memberikan sebuah
simpul yang tidak memiliki susunan untuk anak dari simpul tersebut. Sebuah pohon
dengan suatu susunan ditentukan, sebagai contoh dengan mengisi bilangan asli
berbeda ke setiap anak dari simpul tersebut, dinamakan sebuah pohon terurut
(ordered tree), dan struktur data yang dibangun didalamnya dinamakan pohon
terurut struktur data (ordered tree data structures).
Sejauh ini pohon terurut merupakan bentuk umum dari pohon struktur data. Pohon
biner terurut merupakan suatu jenis dari pohon terurut.
· Hutan
Sebuah
hutan adalah sebuah himpunan yang terdiri dari pohon terurut. Lintasan inorder,
preorder, dan postorder didefinisikan secara rekursif untuk hutan.
-
inorder
1. lewati inorder hutan yang dibentuk oleh sub pohon yang pertama dalam hutan, jika ada
2. kunjungi akar dari pohon pertama.
3. lewati inorder hutan yang dibentuk oleh sisa pohon dalam hutan, jika ada.
1. lewati inorder hutan yang dibentuk oleh sub pohon yang pertama dalam hutan, jika ada
2. kunjungi akar dari pohon pertama.
3. lewati inorder hutan yang dibentuk oleh sisa pohon dalam hutan, jika ada.
-
preorder
1. kunjungi akar dari pohon pertama.
2. lewati preorder hutan yang dibentuk oleh sub pohon yang pertama dalam hutan, jika ada
3. lewati preorder hutan yang dibentuk oleh sisa pohon dalam hutan, jika ada.
1. kunjungi akar dari pohon pertama.
2. lewati preorder hutan yang dibentuk oleh sub pohon yang pertama dalam hutan, jika ada
3. lewati preorder hutan yang dibentuk oleh sisa pohon dalam hutan, jika ada.
-
postorder
1. lewati postorder hutan yang dibentuk oleh sub pohon yang pertama dalam hutan, jika ada
2. lewati postorder hutan yang dibentuk oleh sisa pohon dalam hutan, jika ada.
3. kunjungi akar dari pohon pertama.
1. lewati postorder hutan yang dibentuk oleh sub pohon yang pertama dalam hutan, jika ada
2. lewati postorder hutan yang dibentuk oleh sisa pohon dalam hutan, jika ada.
3. kunjungi akar dari pohon pertama.
· Penggambaran pohon
Ada
banyak cara untuk menggambarkan pohon; pada umumnya penggambaran mewakili
simpul sebagai rekor yang dialokasikan pada heap (bedakan dengan heap struktur
data) yang mengacu pada anaknya, ayahnya, atau keduanya, atau seperti data
materi dalam array, dengan hubungan diantaranya ditentukan oleh posisi mereka
dalam array (contoh binary heap).
· Pohon sebagai grafik
Dalam
teori grafik, sebuah pohon adalah sebuah grafik asiklis yang terhubung. Pohon
yang berakar merupakan sebuah grafik dengan sudut tunggal diluar sebagai akar.
Dalam kasus ini, dua sudut apapun yang terhubung dengan sebuah sisi mewarisi
hubungan orang tua dan anak. Sebuah grafik asiklis dengan bermacam-macam
komponen yang terhubung atau himpunan dari pohon-pohon yang berakar
kadang-kadang dipanggil hutan.
Melangkah
melalui materi dari pohon, dengan arti dari hubungan antara orang tua dan anak,
dinamakan menelusuri pohon, dan tindakannya adalah sebuah jalan dari pohon.
Seringkali, sebuah operasi mungkin dapat dilakukan sebagai penunjuk ysng
mengacu pada simpul khusus. Sebuah penelusuran dimana setiap simpul ayah
dikunjungi sebelum anaknya dinamakan pre-order walk,
yaitu sebuah penelusuran dimana anaknya dikunjungi sebelum ayahnya
masing-masing dinamakan post-order walk.
*
Menghitung seluruh materi (item)
* Pencarian untuk sebuah materi
* Menambahkan sebuah materi pada sebuah posisi tertentu dalam pohon
* Menghapus sebuah materi
* Mengeluarkan seluruh bagian dari sebuah pohon pruning
* Menambahkan seluruh bagian ke sebuah pohon grafting
* Menemukan akar untuk simpul apapun
* Pencarian untuk sebuah materi
* Menambahkan sebuah materi pada sebuah posisi tertentu dalam pohon
* Menghapus sebuah materi
* Mengeluarkan seluruh bagian dari sebuah pohon pruning
* Menambahkan seluruh bagian ke sebuah pohon grafting
* Menemukan akar untuk simpul apapun
· Penggunaan umum
*
Memanipulasi data secara hierarki
* Membuat informasi mudah untuk dicari
* Memanipulasi data sorted lists
* Membuat informasi mudah untuk dicari
* Memanipulasi data sorted lists
http://id.wikipedia.org/wiki/Struktur_data
http://bertha-40207208.blogspot.com/2010/02/pengertian-struktur-data-dan-tipe-data.html
http://typedatadantipestrukturdata.blogspot.com/
Tag :// Struktur Data





